Senin, 17 Februari 2025

Wartawan Tak Boleh Dilarang dalam Menjalankan Tugas Liputan

Dari Renungan HPN 2025 Serikat Jurnalis Nusantara 

JOMBANG, KABARINDONESIA.Co.Id - Momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 10 Februari Tahun 2025 lalu, Organisasi Serikat Jurnalis Nusantara (SJN) Kabupaten Jombang yang baru terbentuk ini melakukan kolaborasi dengan sejumlah organisasi media yang berkompeten di Wilayah Jombang.  Acara dikemas sederhana dengan menggelar mimbar bebas sebagai bentuk refleksi peringatan HPN 2025 yang usianya sudah 79 ini.  
Acara dipusatkan di Markas Besar (Mabes) SJN Perum KD Desa Karang Dagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jasa Timur, Kabupaten Jombang, Sabtu (15/2/2025) pagi. Hadir dalam acara yakni pendiri SJN Joko Prasetyo (Bang Jack), Pimpinan Umum SJN M. Dzikri Fajrul Falah, Ketua DPC SJN Jombang M Nur Rudiyanto, Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Jombang Agus Pamuji, Presiden Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Irno Budi Kiswoyo, Perwakilan Solidaritas Wartawan Jombang (SWJ) Pithil, LSM Cakra Baskara Nusantara (CBN) Cabang Jombang Mujiono dan LSM CBN Cabang Nganjuk Suhadi serta anggota.  
Ketua DPC Serikat Jurnalis Nusantara (SJN) Kabupaten Jombang  Rudiyanto menyampaikan terimakasih atas kehadiran ketua-ketua organisasi media di Jombang dan LSM.  "Tentunya dalam kolaborasi antar organisasi ini, kita dapat mempererat tali silaturahim sesama rekan media dan juga LSM yang ada di Jombang.   
Sebab, kehadiran SJN ini merupakan wadah untuk meningkatkan kekuatan kolektif para pekerja Jurnalis," terang Rudiyanto. Pihaknya menandaskan, SJN lahir sebagai wadah yang mengandung sinergi dari para pekerja jurnalis agar terus berinovasi dengan kreativitas yang tidak terbatas. "Ya, harapan kami dengan terbentuknya wadah baru SJN ini dapat mewujudkan insan pers yang andal, kredibel, profesional, sejahtera serta berkualitas yang senantiasa berpegang teguh pada kaidah pers dan kode etik jurnalistik (KEJ)," jelas Rudiyanto. 
Pendiri SJN Jombang Joko Prasetyo yang sehari-hari akrab disapa Bang Jack ini menuturkan, momen HPN 2025 ini agar digunakan memupuk rasa persaudaraan sesama insan pers. "Mari kita tingkatkan solidaritas dan komitmen ini secara bersama-sama agar kita membedakan antar organisasi, sehingga insan pers tidak mudah diadu domba dan terpecah belah," tutur Bang Jack mengingatkan.  
Karena itu, Bang Jack mengajak insan pers di Jombang tetap menjaga profesionalisme dan etika Jurnalis dalam menjalankan tugasnya. "Kami berharap semoga komunikasi tetap terbangun dan silaturahmi terus terjaga, karena hal itu bisa mempermudah kinerja wartawan,"ucapnya. Dalam sambutannya, Bang Jack juga menyinggung pelarangan liputan para wartawan yang tidak boleh dilakukan di dalam lingkungan Kantor Sekretariat DPRD Jombang, terutama kaitannya dengan rapat-rapat yang berlangsung di Gedung DPRD. "Pelarangan tugas wartawan untuk meliput kegiatan di DPRD atau di kantor-kantor instansi lainnya misalnya jelas tidak dibenarkan. Kami tegaskan wartawan itu bekerja dilindungi UU Pokok Pers 1999 dan kode etik jurnalistik. Pers itu bagian dari pilar demokrasi yang tak boleh diabaikan. Kebebasan pers dijamin sepenuhnya oleh undang-undang. Jadi, tidak ada larangan untuk meliput di mana saja wartawan itu bertugas," tegasnya. 
Pihaknya menambahkan, pers itu punya peranan yang sangat penting dalam menjalakan fungsi kontrol atas kebijakan yang dijalakan pemerintah, selain memberikan ruang informasi seluas-luasnya ke publik, juga mengedukasi masyarakat. Di sela-sela sambutannya, Bang Jack lantas membacakan puisi sambil berdiri. Puisi manifesto SJN yang bermakna dalam yang dapat dipahami oleh semua wartawan. 
Di tempat yang sama, Presiden Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Irno Budi Kiswoyo menegaskan, pentingnya menjaga marwah profesi wartawan dengan tetap bekerja sesuai aturan yang ada.  "Meski tuntutan zaman mengharuskan berita disajikan dengan cepat, namun akurasi tetap menjadi hal utama yang harus diperhatikan," kata Irno Budi. Pihaknya juga menyoroti tantangan industri media yang tengah menghadapi disrupsi digital. Menurutnya, media harus terus beradaptasi dan berinovasi agar tetap relevan. "Meski dalam situasi yang penuh tantangan, media harus tetap bertahan dan berinovasi. Sebab, yang namanya Jurnalis itu hanya ada satu pena dan bukan banyaknya pena,"ungkapnya. Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Jombang Agus Pamuji menekankan pentingnya peran media massa sebagai penjernih informasi di tengah perkembangan digitalisasi era ini. 
"Perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam penyebaran informasi. Peran media sebagai sumber informasi yang akurat dan terpercaya sangat diperlukan. Sebab, informasi yang disajikan harus berasal dari narasumber yang kredibel dan kompeten," kata Agus. 
Menurutnya, tantangan besar di era digital ini, media harus dapat meningkatkan literasi digital dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung tugas para jurnalistik. "Media dan wartawan harus mampu menjadi penyeimbang dalam masyarakat, terutama dalam memberikan informasi yang memadai dan berbasis pada kebenaran,"tambahnya. 
Pada momen ini, Sekretaris SJN Dedy Rosyadi memaparkan terkait sejarah berdirinya Hari Pers Nasional (HPN) dan Serikat Jurnalis Nusantara (SJN). Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dari Ketua DPC SJN Jombang Rudiyanto kepada masing-masing ketua organisasi, serta LSM (Divisi Humas SJN). (*/gus)
 
 

 

Foto         : istimewa for kabarindonesia
teks foto : Mimbar demokrasi kalangan wartawan yang hadir dalam momentum HPN 2025 yang diadakan SJN Jombang 


Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NEWS UPDATE

SPACE AVAILABLE

POPULER

INFO LOWONGAN KERJA

JADWAL PENERBANGAN BANDARA SAMS SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFO CUACA KALTIM