Dari Renungan HPN 2025 Serikat Jurnalis Nusantara
JOMBANG,
KABARINDONESIA.Co.Id - Momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 10
Februari Tahun 2025 lalu, Organisasi Serikat Jurnalis Nusantara (SJN)
Kabupaten Jombang yang baru terbentuk ini melakukan kolaborasi dengan
sejumlah organisasi media yang berkompeten di Wilayah Jombang. Acara dikemas sederhana dengan menggelar mimbar bebas sebagai bentuk refleksi peringatan HPN 2025 yang usianya sudah 79 ini.
Acara
dipusatkan di Markas Besar (Mabes) SJN Perum KD Desa Karang Dagangan,
Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jasa Timur, Kabupaten Jombang, Sabtu
(15/2/2025) pagi. Hadir dalam acara yakni pendiri SJN Joko Prasetyo
(Bang Jack), Pimpinan Umum SJN M. Dzikri Fajrul Falah, Ketua DPC SJN
Jombang M Nur Rudiyanto, Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia
(IWOI) Jombang Agus Pamuji, Presiden Asosiasi Wartawan Internasional
(ASWIN) Irno Budi Kiswoyo, Perwakilan Solidaritas Wartawan Jombang (SWJ)
Pithil, LSM Cakra Baskara Nusantara (CBN) Cabang Jombang Mujiono dan
LSM CBN Cabang Nganjuk Suhadi serta anggota.
Ketua
DPC Serikat Jurnalis Nusantara (SJN) Kabupaten Jombang Rudiyanto
menyampaikan terimakasih atas kehadiran ketua-ketua organisasi media di
Jombang dan LSM. "Tentunya dalam kolaborasi antar
organisasi ini, kita dapat mempererat tali silaturahim sesama rekan
media dan juga LSM yang ada di Jombang.
Sebab, kehadiran SJN ini merupakan wadah untuk meningkatkan kekuatan kolektif para pekerja Jurnalis," terang Rudiyanto. Pihaknya
menandaskan, SJN lahir sebagai wadah yang mengandung sinergi dari para
pekerja jurnalis agar terus berinovasi dengan kreativitas yang tidak
terbatas. "Ya, harapan kami dengan terbentuknya
wadah baru SJN ini dapat mewujudkan insan pers yang andal, kredibel,
profesional, sejahtera serta berkualitas yang senantiasa berpegang teguh
pada kaidah pers dan kode etik jurnalistik (KEJ)," jelas Rudiyanto.
Pendiri
SJN Jombang Joko Prasetyo yang sehari-hari akrab disapa Bang Jack ini
menuturkan, momen HPN 2025 ini agar digunakan memupuk rasa persaudaraan
sesama insan pers. "Mari kita tingkatkan
solidaritas dan komitmen ini secara bersama-sama agar kita membedakan
antar organisasi, sehingga insan pers tidak mudah diadu domba dan
terpecah belah," tutur Bang Jack mengingatkan.
Karena
itu, Bang Jack mengajak insan pers di Jombang tetap menjaga
profesionalisme dan etika Jurnalis dalam menjalankan tugasnya. "Kami
berharap semoga komunikasi tetap terbangun dan silaturahmi terus
terjaga, karena hal itu bisa mempermudah kinerja wartawan,"ucapnya.
Dalam sambutannya, Bang Jack juga menyinggung pelarangan liputan para
wartawan yang tidak boleh dilakukan di dalam lingkungan Kantor
Sekretariat DPRD Jombang, terutama kaitannya dengan rapat-rapat yang
berlangsung di Gedung DPRD. "Pelarangan tugas wartawan untuk meliput
kegiatan di DPRD atau di kantor-kantor instansi lainnya misalnya jelas
tidak dibenarkan. Kami tegaskan wartawan itu bekerja dilindungi UU Pokok
Pers 1999 dan kode etik jurnalistik. Pers itu bagian dari pilar
demokrasi yang tak boleh diabaikan. Kebebasan pers dijamin sepenuhnya
oleh undang-undang. Jadi, tidak ada larangan untuk meliput di mana saja
wartawan itu bertugas," tegasnya.
Pihaknya menambahkan, pers itu punya
peranan yang sangat penting dalam menjalakan fungsi kontrol atas
kebijakan yang dijalakan pemerintah, selain memberikan ruang informasi
seluas-luasnya ke publik, juga mengedukasi masyarakat. Di sela-sela
sambutannya, Bang Jack lantas membacakan puisi sambil berdiri. Puisi
manifesto SJN yang bermakna dalam yang dapat dipahami oleh semua
wartawan.
Di tempat yang sama, Presiden Asosiasi
Wartawan Internasional (ASWIN) Irno Budi Kiswoyo menegaskan, pentingnya
menjaga marwah profesi wartawan dengan tetap bekerja sesuai aturan yang
ada. "Meski tuntutan zaman mengharuskan berita
disajikan dengan cepat, namun akurasi tetap menjadi hal utama yang harus
diperhatikan," kata Irno Budi. Pihaknya juga menyoroti tantangan
industri media yang tengah menghadapi disrupsi digital. Menurutnya,
media harus terus beradaptasi dan berinovasi agar tetap relevan. "Meski
dalam situasi yang penuh tantangan, media harus tetap bertahan dan
berinovasi. Sebab, yang namanya Jurnalis itu hanya ada satu pena dan
bukan banyaknya pena,"ungkapnya. Ketua DPD Ikatan Wartawan Online
Indonesia (IWOI) Jombang Agus Pamuji menekankan pentingnya peran media
massa sebagai penjernih informasi di tengah perkembangan digitalisasi
era ini.
"Perkembangan teknologi membawa perubahan
besar dalam penyebaran informasi. Peran media sebagai sumber informasi
yang akurat dan terpercaya sangat diperlukan. Sebab, informasi yang
disajikan harus berasal dari narasumber yang kredibel dan kompeten," kata
Agus.
Menurutnya, tantangan besar di era digital
ini, media harus dapat meningkatkan literasi digital dan memanfaatkan
teknologi untuk mendukung tugas para jurnalistik. "Media
dan wartawan harus mampu menjadi penyeimbang dalam masyarakat, terutama
dalam memberikan informasi yang memadai dan berbasis pada
kebenaran,"tambahnya.
Pada momen ini, Sekretaris
SJN Dedy Rosyadi memaparkan terkait sejarah berdirinya Hari Pers
Nasional (HPN) dan Serikat Jurnalis Nusantara (SJN). Acara ditutup
dengan pemotongan tumpeng dari Ketua DPC SJN Jombang Rudiyanto kepada
masing-masing ketua organisasi, serta LSM (Divisi Humas SJN). (*/gus)
Foto : istimewa for kabarindonesia
teks foto : Mimbar demokrasi kalangan wartawan yang hadir dalam momentum HPN 2025 yang diadakan SJN Jombang
Baca Juga :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar